Saturday, February 27, 2010

Pria Pemangku Bumi

Aku lelah bertabur peluh. Mencari pria pemangku Bumi. Di penjuru dunia, ku tak bersua. Di dalamnya laut, tak kunjung berjumpa.

Saat manusia menggoreskan sadarnya pada mimpi-mimpi, ia masih terjaga. Menderita malam tak berkesudahan. Menerabas keheningan yang melanglangkan hati.

Ia berjubah sunyi. Sepi sendiri tak terhirau lagi. Di sudut malam, ia hadir dan mulai berlari.

Ia berteman dengan gelap, berkencan dengan rembulan dan berlalu seiring angin malam. Ia terbiasa dikhianati cahaya, dan menyatu dalam kehampaan warna.

Ia selalu hadir, sebelum manusia mendamba tolong. Ia mengatasi ancaman, sebelum manusia menyadari masalah. Ia manusia, meski kadang merasa tak layak disebut manusia.

Ia bagai angin, nyata namun limunan. Ia bagai tanah, hadir di kaki langit namun tak berwajah. Ia bagai air, yang terlihat oleh mata namun berwarna semu. Ia bagai api, yang lidahnya membakar namun menghangatkan. Ia bagai petir, bercahaya indah namun mematikan.

Pria pemangku bumi. Tak seorang pun pernah melihatnya. Tapi, aku tahu ia ada. Setidaknya dalam pikiranku. Dalam khayalku yang menjadikannya nyata.

7 comments:

  1. hmm...
    sungguh begitu implisit hingga ku tak mampu menerjemahkannya bang... ^^

    ReplyDelete
  2. tampilan baru bang? udah pake domain sendiri ya.. good job gan >D

    ReplyDelete
  3. @uLie
    it's just a fragment of my world.. :)

    @liza
    iya donk.. panas liat yg punya domain pribadi.. :D

    ReplyDelete
  4. implisit banget, tersembunyi! tapi maknanya dapat pas banget tulisanya!

    ReplyDelete
  5. Mas Kai, siapakah Pria pemangku bumi itu ? Sudah baca 2 kali, tapi tetap gak nyambung mas, maklum tidak bakat dalam sastra.

    Cara Membuat Blog

    ReplyDelete
  6. maksudnya mangkubumi ya? itu mah kudu ke jawa tengah atuh... heuheuheu

    ReplyDelete
  7. @bonk ava
    tengkyu.. ini tulisan lama koq.. :)

    @CMB
    rahasia.. :D

    @ichanx
    jelas bukan.. =P
    *getok ichanx*

    ReplyDelete